JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono optimistis program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) mampu menjadi mesin baru penggerak pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di wilayah pesisir. Dalam Rapat Koordinasi Nasional Sektor Kelautan dan Perikanan 2026 di Jakarta, Kamis, Trenggono menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mentransformasi desa nelayan menjadi kawasan produktif, modern, dan berdaya saing. Strategi ini diproyeksikan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi pesisir sebesar 5,4 hingga 16,2 persen, sekaligus mendukung agenda Astacita Presiden dalam mendorong pemerataan ekonomi serta pengentasan kemiskinan.
Keberhasilan program KNMP ini mengacu pada proyek percontohan sejak 2023 di Kampung Samber-Binyeri yang terbukti mendongkrak kesejahteraan masyarakat setempat. Program tersebut sukses meningkatkan nilai tukar nelayan hingga 113,2 persen, menaikkan volume produksi tangkapan 103 persen, serta melejitkan pendapatan nelayan hingga 78 persen. Menariknya, akses pasar hasil perikanan kini meluas dari domestik hingga menembus pasar ekspor sebesar 90 persen. Atas keberhasilan ini, pemerintah tengah memproses transformasi operasional pada 65 KNMP, serta secara paralel menargetkan pembangunan 1.269 kampung nelayan baru di seluruh wilayah Tanah Air pada tahun ini.
Selain program kampung nelayan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) gencar mengimplementasikan kebijakan ekonomi biru melalui sejumlah proyek strategis nasional. Langkah tersebut meliputi pengembangan budidaya ikan darat tematik di 40 ribu titik demi menggenjot produksi protein, serta swasembada garam industri dengan target 400 ribu ton per tahun untuk menekan ketergantungan impor. KKP juga fokus pada pembangunan tambak udang modern terintegrasi di Waingapu, revitalisasi tambak Pantura Jawa seluas 14.090 hektare, hingga modernisasi 4.582 unit kapal perikanan guna meningkatkan daya saing sektor penangkapan ikan dan mendongkrak devisa negara. Dikutip dari Antaranews.com
