Jakarta – Kementerian Kebudayaan bersiap membawa enam karya sastra klasik Indonesia versi terjemahan bahasa Inggris ke ajang internasional, Abu Dhabi International Book Fair (ADIBF) 2026. Langkah strategis ini dilakukan seiring dengan kehormatan yang diterima Indonesia sebagai Guest of Honor (Tamu Kehormatan) dalam pameran buku bergengsi tersebut. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menegaskan bahwa membawa karya klasik ke dunia internasional merupakan upaya nyata dalam memperluas diplomasi budaya dan mengenalkan objek pemajuan kebudayaan nasional ke ranah global.
Enam karya sastra klasik tersebut berhasil diterjemahkan melalui program Laboratorium Penerjemah Sastra dari Manajemen Talenta Nasional. Selain meluncurkan karya terjemahan, Kementerian Kebudayaan juga berkomitmen memperkuat ekosistem sastra dengan mendorong lahirnya penerjemah muda berkelanjutan. Pemerintah bahkan memfasilitasi program pendanaan penerjemahan (Translation Funding Program / TFP) bagi penerbit asing yang berminat membeli hak cipta karya sastra Indonesia guna mendukung kiprah para penulis lokal di festival internasional.
Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Diplomasi Budaya, Annisa Rengganis, menambahkan bahwa penguatan ekosistem sastra ini merupakan amanat undang-undang yang diwujudkan lewat pembinaan komunitas, festival sastra, hingga promotor sastra. Menghadiri Abu Dhabi Book Fair 2026 pada akhir tahun nanti menjadi momentum emas bagi Indonesia untuk memperluas jejaring literasi dunia. Kehadiran delegasi ini diharapkan mampu membuka akses yang lebih luas bagi pembaca mancanegara untuk menikmati kekayaan sastra berkualitas milik tanah air. Dikutip dari RRI.co.id
