JAKARTA – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin memaparkan alasan strategis di balik rencana besar pembentukan 750 batalyon baru hingga tahun 2029. Dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (19/5/2026), Menhan menjelaskan bahwa kehadiran batalyon baru, khususnya batalyon teritorial pembangunan, dirancang untuk mengisi kekosongan pasukan di tingkat kabupaten. Melalui intensifikasi patroli keliling, pangkalan militer baru ini terbukti efektif membangun sistem keamanan lingkungan sekaligus menekan angka kriminalitas di daerah, seperti aksi begal dan kejahatan jalanan lainnya.
Selain aspek keamanan, pembentukan ratusan batalyon ini ditargetkan untuk memperkuat lingkungan sosial dan menggerakkan roda ekonomi lokal. Sjafrie mencontohkan, keberadaan sekitar 1.000 prajurit dalam satu batalyon yang membelanjakan sebagian gajinya di desa atau kecamatan setempat dapat menyuntikkan dana hingga Rp1 miliar per bulan ke perputaran ekonomi warga. Dampak positif ini langsung memicu pertumbuhan Usaha Kecil Menengah (UKM) baru, seperti warung dan kafe, serta mempererat keharmonisan sosial antara prajurit dan masyarakat setempat.
Di sisi lain, program ini juga membawa dampak nyata pada akses kesehatan masyarakat kurang mampu melalui kebijakan wajib donor darah bagi prajurit sebanyak tiga kali setahun. TNI dan Kementerian Pertahanan mendirikan bank darah khusus untuk menampung donor tersebut, yang kemudian disalurkan secara gratis untuk kebutuhan kaum duafa. Sebagai informasi, Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono, sebelumnya merinci bahwa rencana pembangunan 750 batalyon ini akan terdiri atas 593 batalyon teritorial pembangunan serta 157 satuan bantuan tempur dan bantuan administrasi. Dikutip dari RRI.co.id
