Rupiah Melemah, Harga Minyak Tinggi Jadi Tekanan Utama Pasar Valuta

Rupiah Melemah, Harga Minyak Tinggi Jadi Tekanan Utama Pasar Valuta

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah pada penutupan perdagangan Kamis dengan turun 38 poin atau 0,12 persen menjadi Rp18.111 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp18.073 per dolar AS. Pelemahan rupiah dipengaruhi sejumlah faktor eksternal, terutama harga minyak dunia yang masih bertahan pada level tinggi serta penguatan indeks dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan tekanan terhadap rupiah terjadi karena kondisi global yang masih memberikan sentimen negatif bagi pasar keuangan. Meskipun harga minyak dunia mulai menunjukkan tren penurunan, levelnya masih berada jauh di atas asumsi harga dalam APBN sehingga berpotensi meningkatkan risiko terhadap defisit fiskal dan perdagangan Indonesia.

Selain itu, pergerakan rupiah juga dipengaruhi hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Amerika Serikat yang menunjukkan sikap hawkish dari The Fed. Kebijakan tersebut berdampak pada kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Sementara itu, Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai rupiah masih bergerak terbatas setelah The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50-3,75 persen. Di sisi lain, kurs JISDOR Bank Indonesia tercatat menguat ke level Rp18.078 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.087 per dolar AS. Dikutip dari Antaranews.com