Jakarta – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina mempertegas komitmennya terhadap lingkungan dengan menerapkan program ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah plastik di wilayah kerjanya. Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan mengubah limbah plastik menjadi produk bernilai guna sekaligus membangun budaya keberlanjutan di internal perusahaan. Program ini mengintegrasikan sistem pemilahan sampah oleh karyawan yang kemudian dikelola bersama mitra strategis seperti Kertabumi Recycling Centre dan Bank Sampah Al-Bustaniyah untuk menciptakan nilai tambah ekonomi.
Selain fokus pada ekosistem internal, PGN juga memperluas dampak ekonomi sirkular kepada komunitas melalui inisiatif kreatif bagi pengguna Bajaj Gas. Dalam program ini, setiap satu botol plastik yang dikumpulkan dihargai senilai Rp400, di mana peserta dapat menukarkan hingga 61 botol untuk mendapatkan kupon diskon pengisian Bahan Bakar Gas (BBG). Langkah ini tidak hanya berfungsi sebagai upaya pengelolaan sampah plastik, tetapi juga merupakan implementasi nyata dari prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang mampu meringankan biaya operasional masyarakat sekaligus mengurangi beban polusi lingkungan.
Upaya kolaboratif ini menjadi sangat krusial mengingat data nasional menunjukkan tantangan timbulan sampah yang tidak terkelola masih sangat tinggi. Dengan menggandeng para ahli di bidang daur ulang, PGN berupaya menurunkan emisi gas rumah kaca dan risiko kerusakan ekosistem akibat penumpukan limbah. Melalui sinergi antara edukasi masyarakat dan infrastruktur pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, PGN optimis dapat mendorong terciptanya kemandirian pengelolaan sampah yang berkelanjutan demi mewujudkan swasembada energi yang bersih dan ramah lingkungan di Indonesia. Dikutip dari Antaranews.com
