Perkuat Kerja Sama Bilateral, Gibran Bahas Rencana Pembangunan Pabrik Pupuk di Laos

Perkuat Kerja Sama Bilateral, Gibran Bahas Rencana Pembangunan Pabrik Pupuk di Laos

Jakarta – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menggelar pertemuan bilateral dengan Wakil PM sekaligus Menlu Laos, Thongsavan Phomvihane, di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (5/5). Fokus utama pertemuan ini adalah membahas penguatan kerja sama ekonomi melalui rencana investasi pembangunan pabrik pupuk oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) di Laos. Langkah strategis ini diambil untuk menekan biaya logistik bahan baku potas, mengingat Indonesia selama ini mengimpor komoditas tersebut dari Laos dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan pupuk dalam negeri.

Wakil Menteri Luar Negeri, Anis Matta, menjelaskan bahwa investasi ini merupakan upaya konkret untuk memperbaiki neraca perdagangan Indonesia-Laos yang saat ini masih mengalami defisit sebesar 57 juta dolar AS. Dengan nilai perdagangan bilateral yang baru mencapai 83,8 juta dolar AS, pembangunan pabrik di Laos diharapkan dapat mempererat hubungan diplomatik menjelang perayaan 70 tahun hubungan kedua negara pada 2027 mendatang. Pemerintah optimistis bahwa kolaborasi di sektor industri ini akan memberikan keuntungan timbal balik bagi stabilitas ekonomi di kawasan Asia Tenggara.

Lebih lanjut, Wapres Gibran telah menginstruksikan Badan Pengelola (BP) BUMN dan Danantara Indonesia untuk segera mematangkan rencana hilirisasi di sektor pupuk tersebut. Hal ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan nasional serta regional. Dengan menjamin ketersediaan pupuk bagi petani melalui penguasaan rantai pasok bahan baku potas di Laos, pemerintah berharap Indonesia dapat menjadi motor penggerak stabilitas pangan di skala ASEAN. Dikutip dari Antaranews.com