Tren diet viral yang ramai dibagikan di media sosial kini semakin diminati, terutama oleh kalangan anak muda yang ingin menurunkan berat badan secara cepat. Berbagai metode seperti diet tanpa nasi, puasa ekstrem, hingga minuman detox mendadak viral dan banyak diikuti karena dianggap mampu memberikan hasil instan dalam waktu singkat.
Meski terlihat menjanjikan, pakar kesehatan mengingatkan bahwa tidak semua tren diet memiliki dasar ilmiah yang kuat. Organisasi Kesehatan Dunia menegaskan pola makan sehat harus tetap memenuhi prinsip gizi seimbang dengan asupan karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral yang cukup untuk menjaga fungsi tubuh tetap optimal.
Sejumlah mitos diet yang viral di media sosial juga kerap menyesatkan. Misalnya anggapan bahwa tidak makan nasi otomatis membuat tubuh lebih sehat atau semakin sedikit makan maka berat badan akan turun lebih cepat. Faktanya, pembatasan makanan secara ekstrem justru dapat memperlambat metabolisme, menyebabkan kekurangan nutrisi, dan berisiko mengganggu kesehatan jika dilakukan dalam jangka panjang.
Pakar kesehatan menyarankan masyarakat lebih bijak dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial. Alih-alih mengikuti tren diet instan yang viral, perubahan pola hidup secara bertahap melalui konsumsi makanan bergizi seimbang, olahraga teratur, dan konsultasi dengan ahli gizi dinilai jauh lebih aman serta efektif untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Sumber RRI.co.id
