Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baja pada Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Karang Baru di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, bertujuan untuk menjamin keberlanjutan suplai air bersih bagi masyarakat. Proyek strategis ini merupakan bagian dari paket Penanganan SPAM Pasca Bencana di beberapa wilayah Aceh dengan total nilai kontrak mencapai Rp277,97 miliar. Menteri PU mengingatkan pentingnya menjaga keandalan sumber air baku (intake) agar fasilitas ini tetap berfungsi optimal dan tidak terganggu, terutama saat debit air sungai menurun pada musim kemarau.
Proyek yang dikerjakan oleh Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Aceh bersama PT Adhi Karya (Persero) Tbk selaku kontraktor pelaksana ini memiliki ruang lingkup yang komprehensif. Selain membangun IPA baja baru dan bangunan intake, proyek SPAM Karang Baru juga mencakup jaringan pipa distribusi, infrastruktur kawasan, hingga fasilitas pendukung seperti ruang komunal dan area parkir. Kawasan ini nantinya akan diintegrasikan dengan fasilitas eksisting yang sudah ada, termasuk IPA beton dan reservoir beton guna memaksimalkan sistem distribusi air.
Sejauh ini, progres pekerjaan dilaporkan berjalan sesuai dengan target waktu yang ditentukan, meskipun tantangan morfologi sungai menuntut beberapa penyempurnaan teknis seperti pembangunan pintu air. Kehadiran SPAM Karang Baru diharapkan mampu memperkuat ketahanan layanan air minum pasca-bencana di Aceh Tamiang, khususnya untuk fasilitas publik vital seperti rumah sakit. Secara bertahap, proyek ini ditargetkan dapat menyuplai air bersih langsung ke rumah warga dengan kapasitas layanan mencapai sekitar 10.000 kepala keluarga (KK). Dikutip dari Antaranews.com
