Film Marsinah berjudul Marsinah, Cry for Justice mengangkat kisah nyata perjuangan seorang buruh dan aktivis perempuan, Marsinah, di masa Orde Baru. Disutradarai oleh Slamet Rahardjo Djarot dan diproduksi oleh PT Gedam Sinemuda Perkasa, film ini menampilkan Megarita sebagai Marsinah dan Diah Arum sebagai Mutiari.
Cerita film berfokus pada demonstrasi buruh di pabrik PT Catur Putra Surya (CPS) di Sidoarjo, yang menuntut hak-hak pekerja. Aksi damai ini berakhir tragis, ketika buruh dan petinggi perusahaan ditangkap oleh oknum preman, disiksa, dan dipaksa mengakui tuduhan palsu di bawah tekanan.
Film bergerak maju-mundur antara masa kini dan kilas balik, memperlihatkan perjuangan Marsinah dan rekan-rekannya melawan aparat dan perusahaan. Suami Mutiari, Hari Sarwono, berupaya mencari istrinya yang hilang dengan mendatangi kantor polisi, pabrik, dan LBH Surabaya, menghadapi berbagai hambatan termasuk tekanan sosial dan tuduhan yang mencemarkan nama baik keluarga.
Marsinah, Cry for Justice menampilkan realitas pahit perjuangan buruh perempuan di tengah represi politik, menekankan keberanian dan keteguhan Marsinah dalam menuntut keadilan. Film ini menjadi karya penting yang menyoroti peran perempuan dalam sejarah perjuangan buruh di Indonesia. dikutip dari RRI.co.id
