Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso secara resmi mendorong para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mulai mengintegrasikan barcode atau kode batang pada kemasan produk mereka. Langkah strategis ini dinilai krusial sebagai bagian dari proses digitalisasi agar produk lokal dapat memenuhi standar operasional dan memperluas akses pemasaran hingga tembus ke jaringan ritel modern di Indonesia.
Dalam keterangannya di Jakarta, Mendag mengapresiasi kerja sama dengan GS1 Indonesia melalui program fasilitasi sertifikasi barcode untuk produk pangan dan perawatan kecantikan (beauty care). Penggunaan barcode tidak hanya mempermudah sistem pendataan, penyimpanan, dan distribusi logistik, tetapi juga menjadi salah satu persyaratan wajib yang ditetapkan oleh pengelola ritel agar produk dapat bersaing secara sehat di pasaran.
Selain penerapan barcode, Mendag menekankan pentingnya menjaga kualitas dan daya saing produk lokal agar mampu memenuhi ekspektasi konsumen ritel modern. Dengan dukungan lebih dari 50.000 gerai minimarket yang tersebar di seluruh nusantara, optimalisasi produk UMKM ini diharapkan mampu memperkuat pasar domestik sekaligus menekan tingkat ketergantungan terhadap produk impor. Dikutip dari Antaranews.com
