Makassar – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan pentingnya pengawasan rutin harga komoditas pangan untuk menjaga daya beli masyarakat selama Ramadhan hingga menjelang Idulfitri 2026. Dalam kegiatan sidak di Pasar Terong, Makassar, Minggu (1/3), Ahmad Rizal menyebutkan bahwa pemantauan langsung di lapangan merupakan sinyal penting untuk memastikan stabilitas harga. Berdasarkan hasil pengecekan, harga sejumlah bahan pokok seperti beras SPHP, minyak goreng, gula, dan tepung terbukti masih terkendali dan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Stabilitas harga di pasar tradisional Makassar menunjukkan tren yang positif dibandingkan wilayah lain. Ahmad Rizal mengungkapkan bahwa harga daging sapi di Pasar Terong berada di kisaran Rp120.000 per kg, jauh di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp140.000 per kg. Selain itu, komoditas hortikultura seperti cabai merah keriting terpantau di harga Rp20.000 per kg, lebih rendah dari harga di Jakarta yang mencapai Rp30.000 per kg. Perbedaan harga ini dinilai sebagai bukti bahwa pasokan lokal yang kuat mampu menahan gejolak harga di tingkat konsumen.
Guna mengantisipasi spekulasi harga oleh pengecer, Bulog mendorong Satgas Pangan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Selatan untuk melakukan pengawasan minimal tiga kali sepekan. Langkah kolaboratif ini bertujuan untuk menciptakan transparansi rantai pasok dan memudahkan penindakan jika terjadi pelanggaran harga. Dengan pasokan yang aman dan pengawasan yang konsisten, masyarakat diharapkan dapat merencanakan belanja kebutuhan Lebaran dengan lebih tenang tanpa khawatir akan lonjakan harga yang mendadak atau kelangkaan stok di pasar. Dikutip dari Antaranews.com
