IHSG Melemah 1 Persen, Bursa Saham Indonesia Ditutup di Level 5.384,97 pada Sesi I

IHSG Melemah 1 Persen, Bursa Saham Indonesia Ditutup di Level 5.384,97 pada Sesi I

Jakarta – IHSG turun 1 persen ke level 5.384,97 pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (26/10/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 54,29 poin dari posisi sebelumnya. Pada awal perdagangan, IHSG dibuka di level 5.442,30, sempat menyentuh level tertinggi 5.453,65, dan terendah di posisi 5.349,75.

Tim Analis Phintraco Sekuritas mengingatkan investor untuk mewaspadai sejumlah faktor yang menekan pasar saham, termasuk kenaikan harga minyak, koreksi harga emas, dan pelemahan nilai tukar rupiah. Investor disarankan mencermati saham sektor energi dan batu bara, perkapalan tanker, jasa penunjang minyak dan gas (migas), serta saham berorientasi ekspor. Selain itu, perkembangan situasi di Timur Tengah, potensi gangguan pasokan minyak global, data inflasi PCE Amerika Serikat, pertumbuhan ekonomi kuartal III, serta keputusan kebijakan moneter bank sentral Eropa dan Jepang menjadi perhatian pelaku pasar pekan ini.

Pada perdagangan akhir pekan sebelumnya, IHSG menguat 0,95 persen atau 51,36 poin ke level 5.439. Namun, pasar saham domestik masih menghadapi tekanan akibat aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp1,62 triliun. Saham BBCA, BBRI, BBNI, GOTO, dan BRIS menjadi saham yang paling banyak dilepas investor asing. Meski demikian, Phintraco Sekuritas menilai IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan untuk menguji level resistensi berikutnya, dengan investor tetap perlu memperhatikan dinamika pasar global dan perkembangan ekonomi. Dikutip dari rri.co.id