IHSG Diprediksi Melemah, Ikuti Tren Bursa Saham Asia

IHSG Diprediksi Melemah, Ikuti Tren Bursa Saham Asia

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu berpotensi bergerak melemah mengikuti tren negatif bursa saham kawasan Asia. IHSG yang sempat dibuka menguat kemudian turun 21,64 poin atau 0,35 persen ke level 6.171,29 pada pukul 10.20 WIB. Sementara itu, indeks LQ45 melemah 0,08 persen ke posisi 607,65. Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan peluang penguatan IHSG masih terbuka dengan menguji level 6.230-6.280.

Dari pasar global, sentimen positif masih datang dari penguatan bursa saham Amerika Serikat (AS), minat investor terhadap sektor kecerdasan buatan (AI), serta harga minyak yang relatif stabil. Wall Street ditutup menguat pada Selasa (6/10), dengan S&P 500 naik 0,58 persen, Nasdaq Composite menguat 0,45 persen, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,49 persen. Namun, pergerakan bursa saham Asia pada Rabu cenderung melemah, antara lain Nikkei turun 0,62 persen, Hang Seng melemah 0,84 persen, Kospi turun 1,01 persen, Kuala Lumpur melemah 0,99 persen, dan Strait Times turun 0,92 persen. Kondisi tersebut menjadi sentimen yang berpotensi menekan pergerakan IHSG.

Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan rilis data cadangan devisa Indonesia September 2026 yang akan menjadi salah satu perhatian investor. Sebelumnya, cadangan devisa Indonesia tercatat meningkat menjadi 146,5 miliar dolar AS pada Agustus 2026 dari 145,3 miliar dolar AS pada Juli 2026. Sementara itu, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berada di level 5,2 persen pada 2026 dan 2027. Di sisi lain, penerimaan kepabeanan dan cukai hingga akhir September 2026 mencapai Rp240,28 triliun atau 71,51 persen dari target APBN 2026, tumbuh 8,57 persen secara tahunan. Berbagai indikator tersebut akan menjadi perhatian investor dalam menentukan arah IHSG hari ini. Dikutip dari Antaranews.com