Semarang– Dalam upaya memperkuat aspek keselamatan transportasi publik dan menekan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, Jasa Raharja Perwakilan Semarang menyelenggarakan Pelatihan Penanganan Pertama Kegawatdaruratan (PPGD). Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (4/5) di Pool City Trans Semarang dengan menggandeng tim medis ahli dari RS Primaya sebagai instruktur utama.
Pelatihan ini ditujukan kepada para pengemudi, staf operasional, hingga karyawan lapangan yang bersentuhan langsung dengan operasional armada setiap harinya. Fokus utama kegiatan adalah memberikan pemahaman mendalam serta keterampilan praktis bagi peserta dalam menangani situasi darurat di jalan raya sebelum bantuan medis profesional tiba di lokasi. Materi yang diberikan mencakup teknik pertolongan pertama, penanganan korban tidak sadar, penghentian pendarahan, hingga prosedur evakuasi korban yang tepat.
Kepala Cabang Jasa Raharja Semarang, Manggala Aji Mukti, dalam kesempatan terpisah menyampaikan bahwa peran masyarakat, khususnya pengemudi angkutan umum, sangat krusial dalam rantai penyelamatan korban. Kecepatan dan ketepatan tindakan pada menit-menit awal pasca-kejadian dapat menjadi faktor penentu keselamatan nyawa seseorang.
“Kami berharap melalui pelatihan ini, para sopir dan karyawan memiliki kesiapan mental serta keterampilan teknis yang mumpuni. Dengan tindakan yang benar di lokasi kejadian, kita dapat meminimalisir risiko fatalitas atau cedera yang lebih parah bagi korban kecelakaan,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Manggala juga menyampaikan dasar hukum perlindungan masyarakat yang dikelola oleh Jasa Raharja. Ia menjelaskan relevansi UU Nomor 33 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang dan UU Nomor 34 Tahun 1964 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.
Berdasarkan mandat tersebut, Jasa Raharja hadir memberikan jaminan perlindungan bagi penumpang angkutan umum yang sah serta pihak ketiga yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas jalan. Dana santunan tersebut bersumber dari Iuran Wajib (IW) yang dibayarkan penumpang bersama tiket perjalanan dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) yang dibayarkan pemilik kendaraan saat melakukan pengesahan STNK tahunan.
Tim Medis dari RS Primaya memberikan edukasi secara interaktif melalui sesi praktik simulasi langsung. Para peserta terlihat antusias mencoba berbagai teknik pertolongan di bawah pengawasan tenaga ahli. Sinergi ini diharapkan terus terjalin guna mewujudkan budaya keselamatan jalan raya yang lebih baik di wilayah Jawa Tengah, khususnya di Kota Semarang.
