Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, Muhammad Sarmuji, menegaskan pentingnya menjadikan kampus sebagai ruang aman melalui penguatan sistem pelaporan yang independen, perlindungan maksimal bagi korban, serta transparansi dalam penanganan kasus.
Pernyataan ini disampaikan menyusul meningkatnya kasus kekerasan seksual di sejumlah perguruan tinggi sepanjang April 2026. Sarmuji menilai kondisi tersebut menjadi sinyal serius adanya persoalan sistemik dalam lingkungan akademik yang harus segera dibenahi.
Ia juga meminta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk tidak hanya fokus pada regulasi, tetapi memastikan implementasi dan pengawasan berjalan efektif di seluruh kampus. Menurutnya, lemahnya penerapan aturan membuat korban kerap tidak mendapatkan perlindungan yang layak.
Sarmuji menyoroti ketimpangan relasi kuasa antara mahasiswa dan pihak kampus yang membuat banyak korban memilih diam. Ia menegaskan bahwa kasus kekerasan seksual yang terungkap saat ini hanyalah sebagian kecil dari masalah yang lebih besar atau fenomena “gunung es”.
Sebagai langkah konkret, Fraksi Golkar mendorong adanya kebijakan tegas, termasuk kemungkinan pemberian sanksi kepada pimpinan perguruan tinggi yang dinilai gagal menciptakan lingkungan yang aman. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat komitmen institusi pendidikan dalam melindungi mahasiswa dan mencegah terulangnya kasus serupa.
Dikutip dari antaranews.com
