Jakarta – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), Muhammad Qodari, mengatakan lanskap komunikasi publik Indonesia mengalami perubahan signifikan dalam tiga dekade terakhir. Jika sebelumnya komunikasi pemerintah banyak mengandalkan pers dan media konvensional, kini ekosistem informasi berkembang ke berbagai platform digital, mulai dari media sosial, podcast, hingga ribuan konten kreator dan key opinion leader (KOL).
Perubahan tersebut membuat Bakom RI dituntut mengorkestrasi komunikasi pemerintah melalui berbagai kanal agar informasi dan program pemerintah dapat tersampaikan secara efektif kepada masyarakat. Qodari menjelaskan, tugas tersebut mencakup koordinasi komunikasi dengan 84 kementerian dan lembaga di tingkat pusat, 38 provinsi, serta 518 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Bakom juga perlu membangun komunikasi dengan berbagai kelompok media untuk menghadapi ekosistem informasi yang semakin beragam.
Qodari menambahkan, Bakom menghadapi dua jenis isu, yakni isu pemerintahan dan isu cepat yang mencakup persoalan hukum, politik, hingga ekonomi. Untuk meresponsnya, Bakom melakukan pemantauan harian dengan mencocokkan data analitik media sosial dan pemberitaan media konvensional guna melihat perkembangan serta framing isu di masyarakat. Menurutnya, pemahaman terhadap data, fakta, dan karakter setiap isu menjadi kunci dalam merumuskan strategi komunikasi pemerintah yang tepat di tengah ekosistem komunikasi publik yang semakin kompleks. Dikutip dari RRI.co.id
