Bank Indonesia Proyeksikan Suku Bunga The Fed Naik Sekali Lagi pada Kuartal IV 2026

Bank Indonesia Proyeksikan Suku Bunga The Fed Naik Sekali Lagi pada Kuartal IV 2026

JAKARTA — Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, memproyeksikan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), masih akan menaikkan suku bunga acuannya sebanyak satu kali lagi pada triwulan IV 2026. Proyeksi ini disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, merespons penyesuaian suku bunga acuan The Fed sebesar 25 basis poin menjadi 3,75–4,00 persen. Kenaikan tersebut mendorong penguatan indeks dolar AS (DXY) hingga mencapai level 101,11 dan memicu pergeseran arus modal global dari negara berkembang (emerging markets) kembali ke negara maju.

Langkah ketat yang diambil The Fed tidak terlepas dari meningkatnya tekanan inflasi global yang kini telah menyentuh angka 4,6 persen. Destry menjelaskan bahwa lonjakan inflasi ini turut dipicu oleh melambungnya harga komoditas energi akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, di mana harga minyak dunia sempat menembus 125,53 dolar AS per barel pada akhir September 2026. Meskipun prospek ekonomi global pada tahun 2026 diperkirakan cenderung melambat (gloomy), kondisi perekonomian dunia diproyeksikan mulai membaik secara bertahap pada 2027.

Menghadapi dinamika dan ketidakpastian pasar keuangan global tersebut, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat stabilitas eksternal. BI akan mengarahkan kebijakan moneter yang berfokus pada stabilitas (pro-stability) guna memitigasi dampak tekanan nilai tukar dan arus modal keluar. Sementara itu, instrumen kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap diarahkan secara terintegrasi untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan. Dikutip dari Antaranews.com