JAKARTA – Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) menekankan pentingnya penguatan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar berjalan lebih presisi, disiplin, dan berkelanjutan. Dewan Penasihat APPMBGI, Letjen TNI (Purn) Glenny H. Kairupan, menyatakan bahwa program ini bukan sekadar urusan logistik makanan, melainkan investasi jangka panjang bagi kualitas generasi masa depan Indonesia. Dalam keterangannya pada Jumat (8/5/2026), Glenny menegaskan bahwa sistem pengawasan yang ketat dan standar nasional keamanan pangan mutlak diperlukan untuk menghindari inefisiensi anggaran.
Guna memastikan program berskala besar ini berjalan optimal, APPMBGI mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk memantau distribusi makanan secara real-time. Menurut Glenny, manajemen rantai pasok modern dan akuntabilitas yang jelas adalah kunci untuk meminimalisir risiko keamanan pangan di lapangan. Dengan pengawasan berlapis dan standar yang kuat, setiap paket makanan yang diterima masyarakat dapat dipastikan memenuhi kriteria gizi yang ditetapkan pemerintah, sekaligus menjamin transparansi dalam pengelolaan dana publik.
Lebih jauh, APPMBGI mendorong Program MBG dikembangkan sebagai model ekonomi sirkular yang melibatkan petani, nelayan, koperasi desa, hingga UMKM pangan lokal. Pendekatan ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi berlapis di daerah-daerah. Melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, pelaku usaha, dan akademisi, program MBG diharapkan menjadi ekosistem yang memberi manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat lokal sekaligus mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Dikutip dari RRI.co.id
