Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI Hindun Anisah mendesak pemerintah untuk segera melakukan intervensi atas melonjaknya harga daging sapi yang kian membebani pedagang dan masyarakat. Menurutnya, kenaikan harga ini sangat dirasakan di wilayah Jabodetabek hingga memicu rencana aksi mogok jualan secara massal. Hindun menyoroti tarif operasional di Rumah Potong Hewan yang dinilai terlalu mahal sebagai salah satu faktor utama penyebab tingginya biaya produksi bagi para pedagang.
Selain masalah operasional, politikus PKB ini juga menyoroti harga sapi hidup dari pihak feedloter atau perusahaan penggemukan yang dianggap tidak sebanding dengan daya beli pasar. Kondisi ini dinilai menciptakan rantai usaha yang tidak sehat dari hulu ke hilir karena pasokan sapi potong didominasi oleh pemain besar. Ia menekankan pentingnya kehadiran pemerintah untuk menertibkan harga agar pedagang tidak semakin terhimpit dan masyarakat tetap bisa menjangkau harga daging.
Situasi pasar yang semakin sulit telah mendorong Asosiasi Pedagang Daging Indonesia untuk merencanakan aksi berhenti berjualan sebagai bentuk protes. Ketua Umum APDI DKI Jakarta Wahyu Purnama menyatakan bahwa keputusan ini diambil setelah dialog dengan para pemangku kepentingan tidak membuahkan solusi yang berpihak pada pedagang kecil. Aksi ini menjadi sinyal kuat bahwa kondisi pasar daging saat ini sudah berada dalam tahap yang tidak sehat dan memerlukan penanganan segera dari pemerintah. Dikutip dari RRI.co.id
