TNI Angkatan Darat (AD) masih berupaya mengevakuasi black box helikopter MI-17V5 HA-5235 yang jatuh saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng). Upaya pengambilan perangkat perekam penerbangan tersebut menjadi bagian penting dalam proses investigasi kecelakaan yang menewaskan tiga prajurit TNI AD. Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Donny Pramono mengatakan, tim investigasi masih mengumpulkan fakta dan bukti di lokasi kejadian untuk mengungkap penyebab pasti jatuhnya helikopter tersebut. Tim juga berupaya mengambil dua perangkat black box, yakni Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR), yang dapat merekam data penerbangan serta komunikasi di dalam kokpit sebelum kecelakaan.
TNI AD menegaskan bahwa penyebab jatuhnya helikopter MI-17V5 di Kalteng belum dapat dipastikan karena proses penyelidikan masih berlangsung. Donny meminta masyarakat tidak berspekulasi dan memberikan kesempatan kepada tim investigasi untuk bekerja secara profesional dan objektif berdasarkan bukti di lapangan. Sebelumnya, helikopter MI-17V5 HA-5235 mengalami kecelakaan saat menjalankan misi pemadaman karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Helikopter tersebut lepas landas dari Kuala Pembuang menuju Telaga Pulang pada pukul 09.55 WIB. Insiden terjadi ketika helikopter melakukan pengambilan air untuk operasi pemadaman menggunakan metode water bombing.
Kecelakaan helikopter MI-17V5 tersebut mengakibatkan tiga prajurit TNI AD gugur, yakni Letkol Cpn (Anumerta) Dudi Firmansyah, Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio, dan Sertu (Anumerta) Heri. Sementara itu, lima orang lainnya berhasil selamat dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Kuala Pembuang. TNI AD berharap proses evakuasi black box dapat segera dilakukan sehingga data dari Flight Data Recorder dan Cockpit Voice Recorder bisa membantu mengungkap kronologi serta faktor penyebab kecelakaan. Hasil investigasi nantinya diharapkan memberikan gambaran yang jelas mengenai insiden jatuhnya helikopter MI-17V5 saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah. Dikutip dari Suara.com
