Kekeringan Parah di Nduga, Warga Mengungsi dan Hasil Pertanian Gagal Panen

Kekeringan Parah di Nduga, Warga Mengungsi dan Hasil Pertanian Gagal Panen

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bencana kekeringan melanda Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Kondisi kekeringan akibat berkurangnya curah hujan dalam waktu lama selama musim kemarau tersebut berdampak pada kehidupan masyarakat, termasuk menyebabkan sebagian warga mengungsi dan petani mengalami gagal panen. Krisis air dan paceklik pangan dilaporkan terjadi di Kampung Bowisa, Distrik Mugi, serta Kampung Mbuwa, Distrik Mbuwa.

BNPB mencatat sekitar 1.156 kepala keluarga (KK) terancam mengalami kerawanan pangan akibat rusaknya komoditas pertanian yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat. Kekeringan di Nduga juga menyebabkan gagal panen pada lahan pertanian seluas sekitar 2.325 hektare. Kondisi tersebut membuat ketersediaan bahan pokok di wilayah terdampak semakin terbatas sehingga sebagian warga memilih mengungsi untuk mendapatkan pasokan kebutuhan dasar.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan sebagian warga terdampak telah mengungsi ke Distrik Walaik. BNPB berharap pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan terkait dapat mempercepat kaji cepat dan melakukan pemantauan secara berkala untuk menentukan kebutuhan bantuan tanggap darurat. Langkah tersebut diperlukan untuk membantu masyarakat terdampak kekeringan di Nduga sekaligus mengantisipasi meluasnya dampak krisis pangan dan air bersih. Dikutip dari Antaranews.com