Pendanaan Karbon Perkuat Kemandirian Kelompok Tani Peduli Api di Kaltim

Pendanaan Karbon Perkuat Kemandirian Kelompok Tani Peduli Api di Kaltim

Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terus mendorong penguatan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) melalui pendanaan insentif karbon yang terbukti membantu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Kepala Bidang Perkebunan Berkelanjutan Dinas Perkebunan Kaltim Asimirilda mengatakan, insentif karbon merupakan bentuk apresiasi pemerintah atas kontribusi masyarakat desa dalam menjaga kelestarian lingkungan. Pendanaan sebesar Rp70 juta per kelompok bersumber dari program Forest Carbon Partnership Facility-Carbon Fund (FCPF-CF), dengan penerima yang terus diperluas dari 10 KTPA pada 2024 menjadi 171 KTPA pada anggaran 2026-2027.

Pendanaan karbon tersebut dimanfaatkan untuk melengkapi sarana dan prasarana pencegahan kebakaran sekaligus meningkatkan produktivitas usaha kelompok tani dengan menerapkan praktik perkebunan tanpa membakar lahan. Sejumlah KTPA, seperti KTPA Taruna Muda dan KTPA Nyi’an Kasa Pampang, telah memanfaatkan insentif tersebut untuk mendukung aktivitas pemantauan dan pencegahan kebakaran. Pemprov Kaltim berharap keberhasilan kelompok-kelompok tersebut dapat menjadi contoh bagi desa lainnya untuk membentuk dan mengembangkan satuan peduli api yang mandiri serta aktif menjaga lingkungan.

Hingga kini, Dinas Perkebunan Kaltim telah membentuk 186 KTPA yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Keberadaan kelompok tersebut dinilai penting dalam mendukung transformasi ekonomi hijau sekaligus melindungi sekitar 3,46 juta hektare lahan perkebunan di Kaltim yang menjadi sumber penghidupan bagi 368.818 kepala keluarga. Selain memperkuat peran masyarakat, pemerintah juga mendorong keterlibatan Perusahaan Besar Swasta (PBS) melalui kemitraan strategis. Saat ini, sebanyak 65 KTPA telah berkolaborasi dengan 35 perusahaan mitra perkebunan untuk memperkuat pencegahan kebakaran dan pengelolaan perkebunan yang berkelanjutan. Dikutip dari Antaranews.com