BGN Benahi Data MBG, 6 Juta Penerima Ganda Jadi Fokus Sinkronisasi Lintas Kementerian

BGN Benahi Data MBG, 6 Juta Penerima Ganda Jadi Fokus Sinkronisasi Lintas Kementerian

Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan sekitar 6 juta data ganda calon penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kini mempercepat proses sinkronisasi data lintas kementerian untuk memastikan penyaluran bantuan lebih tepat sasaran. Kepala BGN Sudaryono menjelaskan, data ganda tersebut muncul karena satu orang dapat tercatat dalam lebih dari satu basis data, seperti siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang juga terdaftar sebagai santri di pondok pesantren. Melalui proses pemadanan data, pemerintah berupaya memastikan setiap penerima manfaat hanya memiliki satu identitas dalam sistem.

Proses sinkronisasi dilakukan melalui koordinasi antara Badan Gizi Nasional dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Agama, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN), serta Kementerian Kesehatan. Sudaryono menegaskan rapat koordinasi tersebut bertujuan mengintegrasikan seluruh sistem data agar tidak terjadi identitas ganda dalam penyaluran Program MBG. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan akurasi data sekaligus memperkuat efektivitas pelaksanaan program prioritas pemerintah tersebut.

Hasil validasi terbaru menunjukkan sebanyak 4.864.467 data peserta didik berhasil dieliminasi karena teridentifikasi sebagai data ganda atau double counting. Selain itu, 845.660 data guru dan tenaga kependidikan (GTK) juga telah dibersihkan dari basis data penerima manfaat. Setelah proses validasi selesai, jumlah penerima manfaat yang dinyatakan valid mencapai 42.847.940 siswa serta 3.351.568 guru dan tenaga kependidikan. Pemerintah berharap sinkronisasi data lintas kementerian ini dapat memastikan penyaluran Program Makan Bergizi Gratis berlangsung lebih akurat, tepat sasaran, dan bebas dari penerima manfaat ganda. Dikutip dari RRI.co.id