Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memberikan kritik tajam terhadap kondisi pantai di Bali yang dipenuhi tumpukan sampah karena dinilai merusak citra pariwisata internasional Indonesia. Kritik ini disampaikan dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, di mana Presiden mempertanyakan keseriusan kepala daerah dalam menjaga kebersihan lingkungan pesisir. Beliau bahkan membuka opsi untuk mengerahkan personel TNI dan Polri jika pemerintah daerah dianggap tidak mampu mengatasi persoalan sampah yang mengancam minat kunjungan wisatawan tersebut.
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay membenarkan bahwa kondisi sampah di Bali memang sudah berada pada level yang meresahkan bagi banyak pihak. DPR mendorong agar pemerintah segera mengimplementasikan program pengolahan limbah menjadi energi atau waste to energy di Bali sebagai solusi jangka panjang. Bali diharapkan menjadi prioritas utama dalam pembangunan fasilitas pengolahan sampah ini mengingat statusnya sebagai destinasi wisata utama yang menjadi wajah bangsa di mata dunia.
Selain solusi teknologi, pemerintah juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dan pelajar melalui kegiatan gotong royong membersihkan pantai secara rutin. DPR mendesak Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Provinsi Bali untuk segera berkoordinasi menyusun rencana aksi yang terpadu agar masalah ini tidak terus tertunda. Melalui sinergi antara kebijakan pusat dan tindakan nyata di daerah, diharapkan kebersihan pantai Bali dapat segera pulih demi mendukung keberlanjutan sektor ekonomi pariwisata nasional. Dikutip dari RRI.co.id
