Jakarta – Forum Kebangsaan Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat 1999–2024 resmi dibentuk sebagai ruang silaturahmi strategis bagi para pimpinan parlemen lintas generasi. Anggota DPR RI Bambang Soesatyo selaku inisiator menjelaskan bahwa wadah ini bertujuan menghimpun pengalaman dan pandangan para tokoh yang telah mengawal transformasi demokrasi Indonesia sejak era reformasi. Inisiatif ini muncul sebagai respons terhadap tantangan nasional yang semakin kompleks, mulai dari dinamika geopolitik global hingga tekanan ekonomi internasional yang menuntut kehadiran suara kenegarawanan yang jernih.
Kehadiran forum ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata berupa gagasan strategis kepada para penyelenggara negara, termasuk presiden, guna memperkuat arah kebijakan nasional. Bamsoet menekankan bahwa pengalaman para mantan pimpinan dalam menghadapi krisis ekonomi maupun konsolidasi demokrasi merupakan modal besar bagi bangsa. Selain itu, para tokoh senior ini diproyeksikan berperan sebagai penyeimbang yang menenangkan di tengah arus informasi media sosial yang cepat dan sering kali memicu polarisasi politik di masyarakat.
Praktik pengabdian melalui lembaga pemikir atau forum konsultatif serupa telah lazim dilakukan di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan. Silaturahmi perdana forum ini ditandai dengan kegiatan buka puasa bersama di Jakarta yang dihadiri oleh sejumlah tokoh besar seperti Agung Laksono, Marzuki Alie, Hidayat Nur Wahid, hingga Sidarto Danusubroto. Melalui sinergi pemikiran konstruktif dari para mantan pimpinan lembaga tinggi negara tersebut, diharapkan suhu politik nasional tetap kondusif demi masa depan bangsa. Dikutip dari Antaranews.com
