Pemetaan Udara ‘Fly for Semeru’ Percepat Penanganan Dampak Erupsi Semeru

Pemetaan Udara ‘Fly for Semeru’ Percepat Penanganan Dampak Erupsi Semeru

Lumajang — Fly for Semeru 2025, operasi dari Fly for Humanity, melakukan pemetaan udara pascaerupsi Gunung Semeru menggunakan drone untuk mempercepat respons darurat. Tim relawan memetakan 1.731 hektare wilayah terdampak, termasuk Desa Supiturang dan Sumberwuluh, menyediakan data krusial untuk BNPB, BPBD, Basarnas, dan pihak terkait.

Operasi ini melibatkan kolaborasi lintas lembaga, komunitas drone, universitas, dan mitra logistik. Data pemetaan mencakup perubahan kontur, akses terputus, sebaran material vulkanik, dan titik berisiko, membantu menentukan prioritas evakuasi dan distribusi bantuan.

Penerbangan dilakukan pagi hari karena kondisi Semeru yang dinamis, menggunakan drone VTOL, multirotor, dan FPV. Data diolah menjadi orthophoto, peta tematik, dan model 3D untuk mendukung evaluasi cepat dan pengambilan keputusan berbasis bukti.

Fly for Semeru 2025 selesai pada 24 November 2025. Gunung Semeru masih berstatus Level IV (Awas) dengan potensi bahaya sekunder tinggi, meski aktivitas vulkanik sempat stabil. Badan Geologi ESDM mencatat 27 kali letusan sejak awan panas besar seminggu lalu. Dikutip dari RRI.co.id