Pasca Banjir, Warga Tapanuli Utara Mengeluh Sulit Mendapatkan BBM

Pasca Banjir, Warga Tapanuli Utara Mengeluh Sulit Mendapatkan BBM

Warga Balige, Kabupaten Toba, Sumatra Utara mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM usai banjir dan longsor yang melanda Sibolga dan Tapanuli Tengah. Meskipun Balige tidak terdampak langsung banjir atau longsor, distribusi BBM terganggu akibat akses jalan yang terputus, sehingga warga terpaksa mengantri panjang di SPBU setiap hari.

Roy, salah satu warga, mengatakan antrian bisa mencapai satu kilometer dan warga harus menunggu lebih dari dua jam. “Kondisi ini terjadi sekitar dua minggu setelah banjir di Sibolga, Tarutung, dan Tapanuli Tengah. Susah banget dapat BBM,” ujarnya di SPBU Jalan Baba Lubis, Balige, Senin (8/12/2025).

Penyebab keterlambatan pasokan BBM adalah longsor di Adiang Koting yang menghubungkan Balige dan Sibolga. Setiap warga dibatasi pembelian maksimal lima liter untuk sepeda motor. Kondisi serupa terjadi di SPBU lain di Balige, sehingga aktivitas warga, termasuk pelaku UMKM, terganggu.

Hairil, seorang pelaku UMKM, mengaku harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan BBM demi kebutuhan operasional. Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah agar pasokan BBM kembali lancar, sehingga kegiatan sehari-hari, termasuk pekerjaan dan transportasi, tidak terganggu.

Situasi ini menunjukkan pentingnya penanganan distribusi bahan bakar di wilayah terdampak bencana agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan dasar tanpa harus menghadapi antrian panjang dan keterlambatan. Dikutip dari RRI.co.id