Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat oversubscription 3,10 kali atau Rp15,5 triliun pada penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025, dengan target penerbitan awal sebesar Rp5 triliun. Periode book building berlangsung 28 November hingga 4 Desember 2025.
Direktur Treasury dan International Banking Bank Mandiri, Ari Rizaldi, menyebut pencapaian ini menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap kinerja dan prospek pertumbuhan Bank Mandiri. Masa penawaran umum obligasi berlangsung 15-16 Desember 2025, penjatahan 17 Desember, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia 22 Desember 2025.
Obligasi diterbitkan dalam tiga seri: Seri A tenor 370 hari senilai Rp1 triliun (kupon 4,85 persen), Seri B tenor 3 tahun senilai Rp2 triliun (kupon 5,45 persen), dan Seri C tenor 5 tahun senilai Rp2 triliun (kupon 5,95 persen). Dana digunakan untuk kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan dan Usaha Berwawasan Sosial sesuai POJK No. 18 Tahun 2023.
Ari menambahkan penerbitan ini menegaskan komitmen Bank Mandiri dalam transformasi bisnis berkelanjutan dan pertumbuhan inklusif, sekaligus memberikan nilai tambah jangka panjang bagi investor dan masyarakat. Peringkat kredit obligasi ini diberikan idAAA oleh Pefindo, dengan Mandiri Sekuritas, BCA Sekuritas, BNI Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, Mega Capital Sekuritas, dan Trimegah Sekuritas Indonesia sebagai Joint Lead Underwriters. Dikutip dari Antaranews.com
