Medan – Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memastikan penanganan darurat pascabanjir di beberapa wilayah Sumatra Utara, termasuk Tapanuli Selatan dan Sibolga, berjalan dengan optimal. Dalam peninjauannya di Sungai Aek Garoga, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada pemulihan sementara, tetapi juga pada pengamanan fungsi sungai dan infrastruktur di sekitarnya. Hal ini dilakukan guna memastikan keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama negara dalam menghadapi bencana.
Saat ini, BBWS Sumatera II Medan telah mengerahkan sebanyak 11 unit alat berat untuk membersihkan sedimentasi, kayu, dan material sisa banjir yang menyumbat aliran air. Selain melakukan pembersihan rutin, petugas di lapangan juga menyiapkan alur sungai baru sebagai antisipasi jika terjadi peningkatan debit air susulan. Strategi ini diharapkan dapat mempercepat normalisasi kapasitas sungai sehingga risiko luapan ke pemukiman warga dapat diminimalisir.
Sebagai solusi jangka panjang, Kementerian PU berencana membangun sabo dam di wilayah hulu sungai untuk mengendalikan aliran sedimen secara permanen. Langkah ini diambil guna melindungi jembatan serta infrastruktur vital lainnya dari kerusakan akibat bencana hidrometeorologi di masa depan. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat untuk memastikan seluruh langkah mitigasi dan penanganan darurat ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak. Dikutip dari RRI.co.id
