Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Pertamina Corporate University (PCU) tengah menjajaki kolaborasi strategis dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia di sektor energi. Fokus utama kerja sama ini mencakup pelatihan Health, Safety & Environment (HSE) serta pelatihan operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk memastikan tenaga kerja di sektor energi memiliki standar keselamatan dan kualitas layanan yang profesional serta siap kerja.
Dalam audiensi yang berlangsung di Jakarta pada Senin (2/3/2026), Cris Kuntadi memaparkan rencana pemanfaatan fasilitas Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) sebagai pusat pelatihan bagi pekerja Third Party Contract (TPC) Pertamina. Dengan memanfaatkan ekosistem pelatihan vokasi milik pemerintah, standar keselamatan kerja diharapkan dapat merata di seluruh wilayah dan lebih dekat dengan domisili pekerja. Hal ini dianggap krusial untuk menekan angka kecelakaan kerja serta meminimalisir gangguan operasional yang berisiko bagi pekerja maupun keluarga mereka.
Selain aspek keselamatan, kerja sama ini juga mencakup program Energy Service Academy (ESA) untuk mencetak operator SPBU yang kompeten. Melalui pelatihan yang terstruktur, masyarakat diharapkan dapat merasakan layanan di SPBU yang lebih rapi dan seragam sesuai standar nasional. Sebagai tindak lanjut, Kemnaker dan PCU akan menyusun dokumen teknis yang mengacu pada Permenaker Nomor 19 Tahun 2024 guna memastikan proses kolaborasi berjalan akuntabel, tertib, dan berkelanjutan. Dikutip dari Antaranews.com
