Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor baru pada penutupan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 0,55 persen atau 26,44 poin ke level 8.416,88, menandai penguatan berkelanjutan di pasar saham Indonesia.
Sepanjang perdagangan hari ini, mayoritas saham berada di zona hijau. Sebanyak 354 saham menguat, 287 saham melemah, dan 173 saham stagnan. Saham sektor properti mencatat penguatan terbesar sebesar 2,41 persen, sementara saham sektor bahan baku mengalami koreksi terdalam, yaitu 2,06 persen, menurut Tim Analis Phintraco Sekuritas pada Senin (17/11/2025).
Volume perdagangan tercatat sebanyak 40,99 miliar lembar saham dengan frekuensi 2,58 juta transaksi. Total nilai perdagangan mencapai Rp21,07 triliun, sedangkan kapitalisasi pasar menjadi Rp15.406 triliun.
Tim Phintraco menambahkan, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dan menguji level 8.450–8.480, didukung oleh sentimen positif dari dalam negeri maupun global.
Sementara itu, bursa saham di kawasan Asia ditutup bervariasi. Para investor mencermati meningkatnya ketegangan politik antara Tiongkok dan Jepang, setelah Tiongkok mengeluarkan peringatan bagi warganya yang berencana berwisata atau studi ke Jepang. Kementerian Pendidikan Tiongkok menyatakan ada peningkatan risiko keselamatan bagi warga negaranya di Jepang.
Di sisi ekonomi, data terbaru menunjukkan perekonomian Jepang terkontraksi pada kuartal III-2025. Secara kuartalan, pertumbuhan ekonomi turun menjadi 0,4 persen dibandingkan 0,6 persen pada kuartal II-2025. Meskipun demikian, angka ini masih lebih baik dari perkiraan pasar yang memprediksi kontraksi 0,6 persen. Kontraksi ini merupakan yang pertama sejak kuartal I-2024, disebabkan melemahnya konsumsi masyarakat di tengah meningkatnya tekanan harga, ujar Tim Phintraco. Dikutip dari RRI.co.id
