Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum sedang mempercepat pembangunan hunian sementara bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Proyek yang mencakup 252 unit hunian ini ditargetkan rampung sebelum memasuki bulan Ramadan agar warga dapat menjalankan ibadah di tempat yang lebih layak. Menteri Pekerjaan Umum menekankan bahwa kesiapan hunian harus mencakup fasilitas dasar seperti air bersih, sanitasi, dan listrik yang sudah berfungsi maksimal sebelum masyarakat mulai menempati lokasi tersebut.
Hunian ini dibangun menggunakan teknologi konstruksi modular dengan rangka baja ringan guna memastikan pengerjaan yang cepat dan efisien. Di atas lahan seluas 2,6 hektare, telah disiapkan 21 blok bangunan yang mampu menampung sekitar 1.800 jiwa. Selain unit rumah, kawasan ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas sosial pendukung seperti masjid, gedung serbaguna, dapur umum, taman bermain anak, hingga lapangan olahraga untuk menjaga kenyamanan psikologis para penghuni.
Penyelesaian pembangunan ini merupakan bagian dari upaya penanganan darurat pascabencana untuk menjamin pemenuhan kebutuhan dasar warga. Pemerintah daerah setempat akan bertanggung jawab penuh dalam mengatur proses penetapan penghuni yang akan menempati unit-unit tersebut. Sementara masyarakat tinggal di hunian sementara ini, pemerintah juga mulai merencanakan pengembangan hunian tetap di sisa lahan yang tersedia agar warga mendapatkan kepastian tempat tinggal permanen di masa depan. Dikutip dari RRI.co.id
