Harga Gas Tak Kunjung Turun, Anggota DPR Sebut Daya Saing Manufaktur RI Terancam Melemah

Harga Gas Tak Kunjung Turun, Anggota DPR Sebut Daya Saing Manufaktur RI Terancam Melemah

Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini memperingatkan bahwa tingginya harga gas bumi saat ini mengancam keberlangsungan industri manufaktur nasional dan berpotensi memicu deindustrialisasi. Kondisi tersebut menyebabkan lonjakan biaya produksi yang membuat daya saing industri dalam negeri melemah, stok menumpuk, hingga operasional terhambat. Menurutnya, tekanan finansial dari biaya energi yang mahal dapat menghalangi pencapaian target pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan dalam visi Astacita Presiden Prabowo Subianto.

Novita menyoroti kesenjangan infrastruktur sebagai akar permasalahan, di mana sumber gas banyak ditemukan di Jawa Timur sementara pusat industri terkonsentrasi di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sumatera. Keterbatasan pipa transmisi dan fasilitas regasifikasi mengakibatkan pasokan gas dari hulu tidak terserap secara optimal oleh sektor hilir. Ia mendesak Kementerian Perindustrian dan pihak terkait untuk segera membenahi logistik energi agar harga gas bagi pelaku industri dapat ditekan secara signifikan.

Selain perbaikan harga, legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini mendorong percepatan transisi industri hijau melalui pemanfaatan teknologi rendah emisi seperti biometana dan blue hydrogen. Ia meminta pemerintah menyiapkan insentif fiskal bagi industri yang menerapkan penangkapan karbon serta mempercepat pembangunan jaringan gas yang terintegrasi dengan jalur logistik utama. Sinergi antara kebijakan energi dan strategi industrialisasi nasional diharapkan dapat menciptakan sektor manufaktur yang mandiri, kompetitif, dan berkelanjutan di masa depan. Dikutip dari RRI.co.id