Kota Bekasi – Dinas Pendidikan Kota Bekasi resmi menerapkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh bagi seluruh jenjang pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD, hingga SMP pada Jumat, 23 Januari 2026. Langkah darurat ini diambil menyusul bencana banjir yang melanda berbagai titik di Kota Bekasi sehingga memutus akses jalan menuju sekolah. Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Alexander Zulkarnaen, menegaskan bahwa keselamatan siswa menjadi prioritas utama di tengah cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.
Salah satu sekolah yang memberlakukan kebijakan ini adalah SDN Bintara IV Kota Bekasi, di mana aktivitas belajar tatap muka sepenuhnya dialihkan secara daring. Kendala tidak hanya dialami oleh para siswa, tetapi juga tenaga pendidik yang banyak tinggal di wilayah terdampak banjir seperti Bekasi Utara. Meski rumah sejumlah guru dan kepala sekolah ikut terendam, para pengajar yang tidak terkendala tetap diwajibkan melakukan presensi di sekolah untuk memantau perkembangan belajar siswa dari jarak jauh.
Meskipun dilaksanakan secara daring, proses belajar mengajar dipastikan tetap berjalan dengan penyampaian materi dan latihan soal sesuai jadwal harian. Pihak sekolah mengakui bahwa meski interaksi tidak sesempurna pertemuan tatap muka, pemberian materi harus tetap berjalan agar hak pendidikan siswa terpenuhi. Dinas Pendidikan akan terus mengevaluasi kondisi di lapangan secara situasional untuk menentukan kapan aktivitas persekolahan dapat kembali normal setelah genangan air surut. Dikutip dari RRI.co.id
