Tapanuli Tengah – Warga Desa Rampa, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, kesulitan mendapatkan elpiji untuk memasak bantuan pangan pascabanjir dan longsor pada 25 November 2025. Pasokan gas terhenti sejak bencana melanda.
Tokoh Adat Desa Rampa, Badita Hutagalung, mengatakan warga terpaksa menggunakan kayu dari material longsor untuk memasak, meski kayu masih basah dan kurang efektif. Warga masih menerima bantuan pangan berupa bahan mentah seperti beras, mi instan, dan ikan asin.
Pelaksana Tugas Kepala Desa Rampa, Alfedo Banjarnahor, menyebut akses jalan menuju desa baru dibuka sejak 11 Desember 2025. Sebelumnya, desa terisolasi total dan mengalami pemadaman listrik, sehingga warga harus berjalan kaki hingga delapan jam untuk mengambil bantuan ke Sibolga.
Beberapa desa lain seperti Mardame, Nauli, dan Naga Timbul kini sudah bisa dilalui kendaraan, sementara akses menuju Desa Bonandolod dan Simaninggir masih rusak akibat bencana.
Warga berharap pasokan elpiji segera kembali normal agar bantuan pangan dapat dimasak dengan layak. Dikutip dari RRI.co.id
