BNPB: Debit Air Tinggi Jadi Tantangan Utama Perbaikan Tanggul Jebol di Demak

BNPB: Debit Air Tinggi Jadi Tantangan Utama Perbaikan Tanggul Jebol di Demak

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan bahwa tingginya debit air akibat hujan deras dan fenomena rob menjadi tantangan utama dalam percepatan perbaikan tanggul jebol di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa saat ini proses perbaikan difokuskan pada dua titik krusial, yakni tanggul Sungai Cabean dan Sungai Tuntang. Meskipun alat berat telah dikerahkan, arus deras dan kondisi cuaca yang ekstrem di awal Maret 2026 ini menghambat proses penutupan tanggul secara permanen.

Berdasarkan pembaruan data per Minggu (1/3), progres penutupan tanggul Sungai Cabean telah mencapai 70 persen pada titik kiri dan 80 persen pada sisi kanan yang kini masuk dalam tahap penguatan. Namun, penanganan di Sungai Tuntang masih mengalami kendala di beberapa titik karena volume air yang belum menyusut. Selain perbaikan fisik tanggul, BNPB bersama tim gabungan juga melakukan normalisasi saluran sekunder, pemasangan jaring penahan sampah di Sipon Gajah, serta pembersihan saluran guna mempercepat pemulihan wilayah terdampak banjir di Demak.

Hingga saat ini, lima desa di Kecamatan Sayung dilaporkan masih tergenang air dengan ketinggian antara 10 hingga 50 centimeter. Karakteristik wilayah yang berupa cekungan serta tingginya air rob menyebabkan aliran air menuju Sungai Dombo tidak optimal, sehingga banjir yang terjadi sejak pertengahan Februari lalu belum sepenuhnya surut. BNPB mengimbau warga untuk tetap waspada dan mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah, terutama mengingat durasi hujan yang masih terpantau panjang di wilayah Jawa Tengah. Dikutip dari Antaranews.com