Yogyakarta — Dalam rangka menghadapi arus mudik dan balik Lebaran tahun 2026, Forum Komunikasi Lalu Lintas (FKLL) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Rapat Koordinasi Pemantauan Lalu Lintas dan Angkutan pada Rabu, 25 Februari 2026, pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Rapat Dinas Perhubungan DIY dan menjadi bagian dari langkah strategis lintas instansi untuk memastikan kelancaran, keselamatan, dan keamanan transportasi selama periode Lebaran.
Rapat koordinasi ini bertujuan untuk meningkatkan kelancaran arus mudik dan arus balik, sekaligus menjamin keselamatan serta keamanan transportasi bagi masyarakat. Selain itu, forum ini menjadi wadah koordinasi antara Dinas Perhubungan Provinsi dan Kabupaten/Kota, unsur Kepolisian, Jasa Raharja, ASDP, serta para pemangku kepentingan lainnya dalam menyusun langkah antisipatif menghadapi potensi kepadatan lalu lintas. Salah satu fokus pembahasan dalam rapat adalah penyusunan skema rekayasa lalu lintas, termasuk penerapan sistem one way, contra flow, dan skenario teknis lainnya yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah perwakilan instansi terkait, antara lain Harry Herawan selaku Kepala Bagian Operasional PT Jasa Raharja Kantor Wilayah D.I. Yogyakarta, Riki dari Dinas Perhubungan DIY, AKBP Widya B. Mustikaningrum selaku Kasubditkamsel Polda DIY, Gunawan dari BPTD DIY, Dian Rusmanawati dari Satker PJN DIY, Reza Septian dari PT Angkasa Pura Indonesia, Ghazali dari KAI, serta Budi H dari DPP Organda DIY.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan terbangun sinergi dan komitmen bersama antarinstansi dalam mengantisipasi potensi lonjakan mobilitas masyarakat selama masa Lebaran. Kolaborasi yang solid diharapkan mampu menciptakan sistem transportasi yang lebih tertib, aman, dan lancar, sehingga masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dan balik dengan nyaman serta selamat sampai tujuan.
Kepala Bagian Operasional PT Jasa Raharja Kantor Wilayah D.I. Yogyakarta, Harry Herawan menyampaikan bahwa pelaksanaan Rapat FKLL ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran. Menurutnya, momentum Lebaran selalu identik dengan lonjakan pergerakan kendaraan dan penumpang, sehingga diperlukan kesiapan bersama agar arus lalu lintas tetap lancar, tertib, dan terkendali.
Harry Herawan menegaskan bahwa sinergi antara Dinas Perhubungan, Kepolisian, operator transportasi, pengelola infrastruktur jalan, hingga Jasa Raharja menjadi kunci utama dalam menekan risiko kecelakaan lalu lintas. Dengan adanya pembahasan skema rekayasa lalu lintas seperti one way dan contra flow dalam forum ini, diharapkan setiap instansi memiliki peran dan tanggung jawab yang terkoordinasi dengan baik sehingga langkah-langkah pengamanan dapat berjalan efektif di lapangan.
Lebih lanjut, Harry menambahkan bahwa Jasa Raharja berkomitmen mendukung penuh upaya pencegahan kecelakaan melalui pendekatan preemtif dan preventif, termasuk partisipasi aktif dalam forum koordinasi seperti FKLL. Ia berharap, melalui kolaborasi yang solid dan perencanaan yang matang, masyarakat dapat merasakan perjalanan mudik dan balik yang aman, nyaman, serta minim risiko kecelakaan di wilayah D.I. Yogyakarta.
