JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan jaringan kereta api di luar Pulau Jawa guna mendorong pemerataan pembangunan nasional. Dalam rapat koordinasi pengembangan perkeretaapian Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi (SKS), AHY menyampaikan bahwa proyek ini merupakan bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional untuk mengurangi kesenjangan antarwilayah. Selain memperkuat konektivitas, moda transportasi berbasis rel ini diproyeksikan menjadi solusi transportasi masa depan yang efisien dan ramah lingkungan karena kontribusi emisinya yang sangat rendah, yakni di bawah 1 persen.
Pengembangan jaringan kereta api di wilayah Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi akan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah untuk mengoptimalkan akses ke kawasan industri dan sentra produksi. Sumatra akan difokuskan pada penguatan jaringan yang sudah ada, sementara Kalimantan akan memulai pembangunan jalur baru, dan Sulawesi akan diarahkan pada integrasi transportasi dengan kawasan industri. AHY menekankan bahwa integrasi antara moda transportasi dengan tata ruang wilayah sangat penting untuk memastikan sistem pembangunan yang berkelanjutan serta mampu mendukung target net zero emission Indonesia di masa mendatang.
Meskipun memiliki potensi besar, pemerintah mengakui bahwa kebutuhan investasi hingga tahun 2045 diperkirakan mencapai Rp1.100 hingga Rp1.200 triliun, yang menjadi tantangan besar bagi APBN. Oleh karena itu, AHY mendorong penggunaan skema pembiayaan kreatif dan kolaborasi intensif dengan sektor swasta untuk menutupi kebutuhan dana tersebut. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BUMN sektor transportasi diharapkan dapat menciptakan kebijakan anggaran yang lebih berpihak pada angkutan massal, sehingga mobilitas masyarakat di luar Jawa dapat terhubung secara optimal dan merata. Dikutip dari RRI.co.id
