JAKARTA – Dunia otomotif internasional tengah dihebohkan oleh sosok Shao Ziyan, bocah asal Wenzhou, Tiongkok, yang dinobatkan sebagai pembalap reli profesional termuda di dunia. Bakat luar biasa bocah berusia 7 tahun ini ternyata sudah dipupuk sejak ia masih berusia satu tahun melalui simulator balap yang dimodifikasi khusus oleh ayahnya. Di usia yang sangat dini, Shao telah menunjukkan progres yang mencengangkan; mulai dari merasa go-kart listrik terlalu lambat di usia dua tahun, hingga berhasil menembus peringkat 30 besar dunia dalam simulator balap saat baru menginjak usia empat tahun.
Karier profesionalnya semakin mantap setelah ia resmi mendapatkan sertifikasi dari Federasi Olahraga Otomotif dan Sepeda Motor Tiongkok pada usia lima tahun. Untuk mendukung mimpinya, sang ayah bahkan rela merogoh kocek hingga ratusan ribu yuan demi memodifikasi mobil Suzuki Swift bekas agar sesuai dengan kontrol fisik sang bocah. Tak hanya jago di lintasan aspal, Shao juga telah mengasah kemampuannya di lintasan ekstrem, termasuk menjalani latihan mengemudi di atas es selama 40 hari penuh untuk mempertajam insting balapnya.
Kini, Shao Ziyan tidak hanya dikenal sebagai atlet berprestasi setelah memenangkan ajang reli nasional, tetapi juga menjadi influencer otomotif dengan jutaan pengikut di media sosial. Meskipun aktivitasnya sempat memicu pro dan kontra terkait keselamatan anak, pihak keluarga menegaskan bahwa seluruh sesi balapan dilakukan secara legal di lintasan khusus dengan pengawasan ketat. Dengan dedikasi tinggi sejak balita, Shao kini memegang mimpi besar untuk menjadi juara dunia reli pertama dari Tiongkok di masa depan. Dikutip dari Okezone.com
