Bapanas Siapkan Strategi Intervensi Pasar Guna Amankan Stok dan Harga Pangan Menuju Idul Fitri

Bapanas Siapkan Strategi Intervensi Pasar Guna Amankan Stok dan Harga Pangan Menuju Idul Fitri

Jakarta – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat berbagai program intervensi pasar guna menjaga stabilitas harga pangan selama Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Melalui kolaborasi lintas sektor, pemerintah memastikan ketersediaan pasokan pangan pokok strategis tetap aman dan terjangkau bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyatakan bahwa berbagai langkah taktis mulai dari Gerakan Pangan Murah (GPM) hingga mobilisasi stok terus masif dilakukan.

Hingga pertengahan Maret 2026, realisasi GPM secara nasional telah mencapai 789 kali di 24 provinsi. Salah satu program unggulannya adalah penyediaan daging ayam beku kualitas premium dengan harga sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP) di lebih dari 1.200 outlet nasional. Selain itu, pemerintah juga mendistribusikan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang hingga kini telah terserap sebanyak 19,5 ribu ton. Konsumen dapat membeli beras SPHP maksimal 5 kemasan ukuran 5 kg atau alternatif kemasan 2 kg untuk memastikan pemerataan distribusi.

Pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng yang menyasar 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Per 14 Maret, tercatat sebanyak 4,64 juta kg beras dan 928,3 ribu liter minyak goreng telah berhasil diserahterimakan kepada masyarakat. Program ini didukung oleh fasilitas distribusi pangan (FDP) untuk daerah-daerah defisit seperti Mahakam Ulu dan Kepulauan Riau, guna memastikan komoditas seperti cabai rawit merah, sapi hidup, dan minyak goreng tetap tersedia tanpa kendala logistik.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, telah melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa stok 11 komoditas strategis dalam kondisi sangat baik. Proyeksi ketersediaan pangan nasional hingga akhir April 2026 menunjukkan tren surplus yang signifikan, termasuk beras sebesar 17,2 juta ton, jagung 4,8 juta ton, dan minyak goreng 3,5 juta ton. Dengan pasokan yang sepenuhnya berasal dari produksi dalam negeri, masyarakat diimbau untuk tidak khawatir karena ketersediaan pangan untuk kebutuhan Mudik dan Lebaran 2026 dipastikan aman dan terkendali. Dikutip dari Antaranews.com