Anak Tetap Bisa Tumbuh Empatik Meski Keluarga Tidak Harmonis, Ini Kuncinya Menurut Pakar

Anak Tetap Bisa Tumbuh Empatik Meski Keluarga Tidak Harmonis, Ini Kuncinya Menurut Pakar

Jakarta – Membentuk kepribadian anak yang hangat dan penuh empati tidak selalu bergantung pada kesempurnaan struktur keluarga. Psikolog klinis anak dan remaja dari Lembaga Psikologi UI, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, menjelaskan bahwa meskipun keluarga harmonis adalah faktor utama, anak yang tumbuh dalam kondisi kurang ideal tetap bisa menjadi sosok penyayang. Kuncinya terletak pada kehadiran setidaknya satu figur dewasa signifikan yang mampu memberikan dukungan emosional, rasa aman, dan penerimaan secara konsisten, baik itu guru, kakek-nenek, maupun anggota keluarga lainnya.

Vera menekankan bahwa empati anak tumbuh subur dalam lingkungan yang memberikan keamanan emosional. Anak yang merasa dihargai dan dicintai tanpa syarat akan lebih mudah memahami perasaan orang lain. Karakter hangat ini biasanya merupakan refleksi dari bagaimana anak tersebut diperlakukan; jika mereka terbiasa didengarkan dan dipahami oleh figur otoritas yang kompeten, mereka akan secara alami menerapkan perilaku empatik tersebut dalam interaksi sosialnya di masa depan.

Lebih lanjut, peran figur dewasa yang peduli berfungsi sebagai fondasi kuat bagi perkembangan mental anak di tengah lingkungan yang menantang. Dengan pengasuhan yang suportif dan konsisten, anak-anak dari latar belakang keluarga yang tidak harmonis sekalipun dapat bertransformasi menjadi individu yang peduli pada sesama. Keberadaan satu sosok yang mampu mendengarkan perasaan anak tanpa menghakimi menjadi modal krusial bagi anak untuk tetap tumbuh dengan hati yang hangat. Dikutip dari Antaranews.com