Magelang – Tim SAR gabungan memperkuat operasi pencarian korban banjir lahar hujan di lereng Gunung Merapi dengan mengerahkan unit anjing pelacak (K-9) milik Polresta Magelang dan teknologi pesawat tanpa awak (drone). Langkah ini diambil untuk mempercepat penemuan dua korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang. Pengerahan sumber daya khusus ini menjadi solusi di tengah sulitnya medan yang tertutup material pasir, batu, dan lumpur setebal beberapa meter di sepanjang alur sungai.
Komandan SAR Gabungan, Arif Yulianto, menjelaskan di Magelang, Kamis (5/3/2026), bahwa anjing pelacak difokuskan untuk mendeteksi aroma korban di bawah timbunan material yang sulit dijangkau mata manusia. Selain penyisiran manual dengan metode penusukan material secara konvensional, penggunaan drone menjadi krusial untuk memetakan wilayah sepanjang Sungai Senowo secara visual dari udara. Data dari drone memungkinkan tim mengidentifikasi perubahan kontur sungai dan pola endapan lahar terbaru untuk menentukan prioritas titik penyisiran.
Meskipun teknologi dan unit K-9 telah diterjunkan, tim di lapangan masih menghadapi tantangan berat berupa ketebalan material vulkanik dan kondisi cuaca yang tidak menentu. Arif menekankan bahwa keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama, terutama dengan adanya risiko banjir lahar susulan jika hujan kembali mengguyur kawasan puncak Merapi. Masyarakat diimbau untuk menjauhi area terdampak guna menjaga keselamatan pribadi sekaligus memberikan ruang bagi tim SAR untuk melakukan pencarian secara optimal. Dikutip dari Antaranews.com
