Jakarta – Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono, yang akrab disapa Ibas, menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran krusial sebagai kekuatan pemersatu bangsa sekaligus motor perubahan sosial yang aktif dan kreatif. Dalam pernyataannya di Jakarta, Ibas menekankan bahwa perbedaan latar belakang organisasi maupun warna politik tidak boleh menjadi penghalang bagi persatuan pemuda. Menurutnya, keragaman cara pandang adalah hal wajar, namun tujuan utama harus tetap selaras, yaitu mewujudkan Indonesia yang lebih maju, aman, adil, demokratis, dan sejahtera.
Ibas juga menyoroti fenomena bonus demografi Indonesia sebagai peluang besar yang menuntut kesiapan mental dan intelektual. Ia memperingatkan bahwa tanpa karakter yang kuat, literasi yang baik, dan semangat kolaborasi, bonus demografi justru berisiko menjadi beban nasional. Generasi muda diminta untuk tidak menjadi generasi rebahan, melainkan menjadi generasi perubahan yang siap mengambil tanggung jawab besar dalam menjaga keberlangsungan bangsa melalui tindakan nyata yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila.
Di era digital yang berkembang pesat, Ibas mengimbau para pemuda untuk memanfaatkan teknologi secara bijak sebagai sarana peningkatan kapasitas diri dan ruang pembangunan gagasan positif. Ia mengingatkan agar kepintaran teknologi tetap dibarengi dengan moral dan etika guna mencegah penyebaran informasi negatif maupun konflik sosial. Mengakhiri pesannya, ia mengajak kaum muda menjadikan momentum Ramadhan untuk memperkuat iman serta merawat persatuan, demi memastikan arah masa depan bangsa tetap terjaga di tangan generasi yang kompeten. Dikutip dari Antaranews.com
