Hadapi Tantangan AI, Nezar Patria Tekankan Standar Perlindungan Data yang Kuat

Hadapi Tantangan AI, Nezar Patria Tekankan Standar Perlindungan Data yang Kuat

Jakarta – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menegaskan bahwa data dan konten digital masyarakat Indonesia merupakan aset strategis yang menjadi fondasi utama pengembangan Kecerdasan Buatan (AI) global. Dalam keterangannya di Jakarta, Nezar mengingatkan bahwa setiap aktivitas digital saat ini diproses menjadi bahan baku model bisnis bernilai tinggi oleh platform global. Oleh karena itu, negara memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa hak privasi serta nilai ekonomi dari data warga negara tidak hilang begitu saja demi keuntungan pihak lain.

Nezar menyoroti bahwa isu krusial saat ini tidak hanya terbatas pada perlindungan data pribadi, tetapi juga penggunaan konten publik seperti karya jurnalistik dan tulisan akademik untuk melatih mesin AI tanpa mekanisme yang adil. Ia merujuk pada sengketa global antara media besar dengan pengembang AI sebagai bukti bahwa hak kekayaan intelektual harus dilindungi agar tidak dieksploitasi tanpa kesepakatan yang jelas. Jika tidak diatur secara tegas, karya kreator dan akademisi Indonesia berisiko hanya menjadi bahan pelatihan teknologi global tanpa memberikan manfaat balik bagi bangsa.

Guna menjawab tantangan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital tengah meninjau kembali kerangka regulasi nasional dengan mempelajari praktik terbaik dari Uni Eropa yang memprioritaskan hak warga negara. Selain kedaulatan data, pemerintah juga fokus pada penguatan ketahanan siber melalui penyiapan payung hukum baru untuk melindungi arsitektur digital nasional. Nezar menegaskan bahwa pengendalian data yang baik akan memberikan Indonesia posisi tawar yang lebih kuat dalam ekonomi digital global, sehingga Indonesia tidak hanya sekadar menjadi pasar teknologi. Dikutip dari Antaranews.com