Jakarta – Ahli gizi Dr. Rita Ramayulis menjelaskan bahwa pemenuhan kebutuhan serat harian selama menjalankan ibadah puasa sebenarnya dapat tercukupi melalui konsumsi makanan alami sehari-hari. Kebutuhan tersebut tidak harus bergantung pada penggunaan suplemen asalkan pola makan saat sahur dan berbuka tetap seimbang dengan mencakup berbagai sumber nabati. Serat tidak hanya dapat ditemukan pada sayur dan buah, tetapi juga tersedia dalam protein nabati seperti kacang-kacangan serta makanan pokok jenis umbi-umbian yang memiliki kadar serat lebih tinggi dibandingkan karbohidrat olahan.
Kunci utama dalam menjaga kesehatan pencernaan terletak pada pengaturan komposisi menu yang beragam dan tidak hanya didominasi oleh karbohidrat sederhana atau lauk pauk hewani saja. Dengan mengombinasikan sayuran, buah-buahan, dan protein nabati, fungsi saluran cerna akan tetap stabil meski frekuensi makan berkurang. Penggunaan suplemen serat hanya disarankan sebagai langkah pendukung apabila seseorang sudah mengalami gangguan pencernaan tertentu seperti sembelit yang mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Meskipun suplementasi serat dapat membantu dalam kondisi tertentu, makanan utuh tetap menjadi pilihan utama yang paling ideal untuk dikonsumsi. Pengaturan menu yang kaya akan variasi bahan pangan nabati menjadi strategi terbaik untuk memastikan kecukupan serat harian tetap terjaga sepanjang bulan Ramadhan. Melalui pola makan yang tepat, masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan kondisi fisik yang tetap bugar dan sistem pencernaan yang sehat tanpa harus selalu bergantung pada produk tambahan. Dikutip dari Antaranews.com
