Indef Ungkap Dua Faktor Penting yang Menjaga Stabilitas Rupiah Terhadap Dolar AS

Indef Ungkap Dua Faktor Penting yang Menjaga Stabilitas Rupiah Terhadap Dolar AS

Jakarta – Institute for Development of Economics and Finance atau Indef mengingatkan pentingnya menjaga kredibilitas fiskal melalui pengelolaan defisit dan utang yang hati-hati untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, Rizal Taufiqurrahman, menjelaskan bahwa langkah tersebut harus didukung oleh konsistensi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas moneter melalui komunikasi kebijakan yang jelas. Sinergi ini diperlukan agar rupiah tidak hanya stabil dalam jangka pendek, tetapi juga memiliki daya tahan yang lebih kuat terhadap guncangan ekonomi global di masa depan.

Saat ini rupiah dinilai masih berada dalam fase tekanan dan volatilitas tinggi yang dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global serta domestik. Dari sisi mancanegara, kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat dan risiko eskalasi geopolitik menjadi faktor utama yang mempengaruhi pergerakan mata uang. Sementara dari dalam negeri, persepsi investor terhadap disiplin anggaran dan independensi kebijakan moneter sangat menentukan kepercayaan pasar. Rizal memproyeksikan nilai tukar rupiah berisiko bergerak menuju level 17.000 per dolar AS jika ketidakpastian global masih terus berlanjut.

Pada penutupan perdagangan Jumat sore, nilai tukar rupiah sebenarnya bergerak menguat sebesar 76 poin ke level 16.820 per dolar AS. Penguatan ini juga terlihat pada kurs JISDOR Bank Indonesia yang berada di posisi 16.838 per dolar AS. Meskipun menunjukkan tren positif di akhir pekan, Indef menekankan bahwa intervensi pasar yang terukur dan upaya struktural pada sektor eksternal tetap menjadi prioritas pemerintah agar nilai tukar tetap berada dalam koridor yang aman bagi fundamental ekonomi nasional. Dikutip dari Antaranews.com