Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memerintahkan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi untuk segera menambah kuota bahan bakar minyak bersubsidi bagi wilayah Papua dan Aceh. Instruksi ini disampaikan secara tegas dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI dengan memberikan tenggat waktu penyelesaian selama satu minggu ke depan. Langkah tersebut diambil guna memastikan ketahanan energi nasional serta mencegah terjadinya kekurangan cadangan bahan bakar di wilayah-wilayah strategis tersebut.
Pernyataan ini muncul sebagai tanggapan atas keluhan mengenai antrean panjang yang terjadi di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, akibat distribusi yang belum optimal. Meskipun sebelumnya pernah ada upaya penambahan kuota, namun pelaksanaannya dinilai belum konsisten karena hanya bertahan selama dua pekan sebelum kembali terjadi kelangkaan. Melalui perintah ini, diharapkan pasokan bahan bakar jenis Pertalite dan Biosolar dapat tersedia secara stabil bagi kepentingan publik.
Selain menambah volume bahan bakar, menteri juga mendukung usulan untuk meningkatkan jumlah fasilitas distribusi agar masyarakat lebih mudah mendapatkan akses energi. Di wilayah Manokwari misalnya, terdapat dorongan untuk menambah unit stasiun pengisian bahan bakar yang menjual produk subsidi serta meningkatkan kuota harian secara permanen. Hal ini dianggap penting sebagai bentuk pelayanan terbaik dari negara dalam mendukung produktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di ujung timur Indonesia. Dikutip dari Antaranews.com
