Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membidik kerja sama dengan berbagai institusi dari beragam sektor untuk memperluas penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi pada 2026 melalui layanan perbankan bagi karyawan mitra.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengatakan KPR subsidi masih menjadi portofolio mayoritas BTN dan penyalurannya terus meningkat. BTN akan mencari debitur potensial dari berbagai institusi untuk mempercepat penyaluran KPR subsidi. Contohnya, BTN telah mendapatkan komitmen untuk melayani guru Muhammadiyah, dan strategi serupa akan diterapkan di institusi lain.
Berdasarkan data BP Tapera, total penyaluran KPR FLPP nasional hingga 19 Desember 2025 mencapai 263.017 unit senilai Rp32,67 triliun. BTN mendominasi penyaluran KPR Sejahtera FLPP, mencapai sekitar 70 persen dari total nasional.
Pada 20 Desember 2025, pemerintah menggelar akad massal KPR subsidi di Serang, Banten. Dari 50.030 unit, 300 akad dilakukan di lokasi acara dan sisanya secara online diikuti 39 bank penyalur di seluruh Indonesia. Acara dihadiri menteri, pejabat daerah, direksi bank, BP Tapera, dan asosiasi developer.
Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi BTN atas penyaluran KPR FLPP sebanyak 182.952 unit pada 2025 dan menekankan pentingnya kerja sama seluruh pihak untuk memenuhi kebutuhan rumah rakyat. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menambahkan bahwa program ini berhasil membantu masyarakat, termasuk asisten rumah tangga, memiliki rumah dari gajinya sendiri. Dikutip dari Antaranews.com
