Penguatan Industri Lokal Dinilai AGTI Dapat Redam Tren Thrifting

Penguatan Industri Lokal Dinilai AGTI Dapat Redam Tren Thrifting

Jakarta – Ketua Umum Asosiasi Garmen dan Tekstil Indonesia (AGTI), Anne Patricia Sutanto, menilai penguatan industri lokal dan ketersediaan bahan baku dapat mengurangi ketergantungan pasar terhadap pakaian bekas impor atau thrifting.

Anne menyebut daya saing dan pasokan yang kuat akan menekan thrifting, namun kemampuan industri lokal belum merata, terutama dalam memenuhi standar ESG yang mencakup lingkungan, sosial, dan penggunaan energi ramah lingkungan.

Bahan kain untuk pesanan merek global masih banyak diimpor karena beberapa pabrik lokal belum mampu menghasilkan kain berkualitas sesuai standar global, terutama untuk performance fabric dan sustainable textile. Kebutuhan busana muslim dan kerudung sebagian besar sudah dipenuhi produksi dalam negeri, tetapi kain dengan teknologi finishing khusus masih memerlukan impor.

Selain penguatan industri lokal, penurunan thrifting juga membutuhkan regulasi yang konsisten dan perubahan perilaku pasar. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak melegalkan usaha penjualan baju bekas untuk mencegah masuknya barang impor ilegal yang merugikan pengusaha domestik. Dikutip dari Antaranews.com