Tapanuli Tengah – Dua pekan pasca banjir bandang dan longsor di Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, masih menyisakan material longsor dan sampah, termasuk truk terseret arus. Di Desa Parsikaman, beberapa truk besar teronggok di antara lumpur akibat banjir pada 25 November 2025, menggambarkan dahsyatnya bencana yang melanda wilayah ini.
Babinsa Koramil 23 Adiankoting, Sertu MH Tampubolon, memperkirakan masih ada sekitar 10 truk yang tertimbun, meski jumlah pastinya belum diketahui karena tanah dan lumpur belum dibersihkan sepenuhnya. Kejadian ini menegaskan besarnya dampak banjir yang menghancurkan rumah, sekolah, jembatan, dan fasilitas umum lainnya.
Warga setempat meminta pemerintah mempercepat pembersihan jalan dan perbaikan rumah yang rusak agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal. Jalan penghubung Desa Parsikaman dengan desa lain sudah bisa dilalui, namun pengendara diminta berhati-hati karena lumpur masih licin. Petugas terus bekerja membersihkan area terdampak menggunakan alat berat, sambil memastikan keselamatan karena kondisi jalan yang licin dan material longsor yang tinggi.
Banjir bandang di Tapanuli Tengah menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di daerah rawan longsor dan banjir, terutama saat curah hujan tinggi. Dikutip dari RRI.co.id
